Kamis, 22 Oktober 2009

Ayam Kate

ANEKA
AYAM HIAS
INSTALASI PENELITIAN DAN PENGKAJIAN
TEKNOLOGI PERTANIAN
DKI JAKARTA
1 9 9 6

MAU KOLEKSI AYAM KATE???
KATA PENGANTAR
Keberadaan ayam hias pada masa kini dan mendatang dirasa semakin perlu,
mengingat fungsi ayam hias dan objek lainnya yang serba hias adalah untuk mengurangi
stres dan tekanan hidup yang serba tinggi di kota besar seperti DKI Jakarta. Mengenal
aneka ayam hias merupakan saat awal untuk mendapatkan jenis ayam hias yang sesuai
dengan keinginan dan kemampuan kita. Berawal dari mengenal maka diharapkan kita
dapat membudidayakan serta mengembangkan lebih lanjut sehingga dapat menjadikan
salah satu sumber pendapatan keluarga. Untuk itu perlu didukung dengan berbagai
informasi tentang aneka jenis ayam hias.
Brosur ini berisikan informasi mengenai berbagai jenis ayam hias, baik yang berasal
dari berbagai daerah di Indonesia maupun dari luar negeri.
Kepada semua pihak yang telah membantu hingga tersusunnya brosur ini diucapkan
terima kasih.
DAFTAR ISI
I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
II. ANEKA AYAM HIAS
A. Aneka Ayam Hias Lokal
B. Aneka Ayam Hias Import
III. PEMELIHARAAN AYAM HIAS
IV PERKANDANGAN DAN KELENGKAPAN
V PENYAKIT DAN PENCEGAHANNYA
I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Prospek pengembangan komoditi pertanian khususnya peternakan di DKI Jakarta
diarahkan pada pengembangan komoditi ternak hias, salah satunya adalah ayam hias.
Ayam hias dipelihara untuk mendapatkan bentuk badan dan warm bulu yang indah, serta
suara yang merdu. Faktor ini yang menyebabkan masyarakat DKI Jakarta (para peternak
dan hobiies) memelihara ayam hias untuk menghilangkan stress dari tekanan hidup yang
tinggi di kota besar seperti Jakarta.
Jenis dan ragam ayam hias yang ada di Indonesia sangat banyak jumlahnya. Ada
yang sangat spesifik berasal dari daerah-daerah di Indonesia seperti ayam Balenggek dari
Sumatera Barat, atau ayam Pelung dari Jawa Barat dan lain sebagainya. Ada pula yang
berasal dari luar negeri (import) seperti ayam hias skyner introduksi dari Prancis, Ayam
Black Poland introduksi Polandia dan lain sebagainya.
Aneka ayam hias ini mempunyai bentuk, ciri, serta potensi pengembangan yang
berbeda dengan jenis lainnya. Oleh karena itu dalam pemeliharaan dan
pengembangannya diperlukan pengetahuan dan informasi yang lengkap tentang aneka
ayam hias yang ada.
II. ANEKA AYAM HIAS
A. Aneka Ayam Hias Lokal
1. Ayam Hutan Merah (Gallus-gallus)
Ayam hutan merah penyebarannya sangat luas, mulai dari India sampai ke China
dan Indonesia. Ada 5 sub spesies ayam hutan merah, dua diantaranya terdapat di
Indonesia, yakni Gallus-gallus di Sumatera dan Gallus-gallus bankiva di Jawa dan
Madura, sedangkan Gallus-gallus murghi terdapat di India dan Bangladesh. Gallus-gallus
spadiceus di Myanmar dan Vietnam dan Gallus-gallus jaboullei di China Selatan serta
pulau Hainan.
Ayam Hutan Merah (Gallus-gallus bankiva) mempunyai ciri-ciri :
- Bobot ayam jantan dewasa 0,7 Kg dan betina 0,4 Kg
- Produksi telur 5 - 7 butir permusim
- Jantan memiliki bulu leher yang panjang dan sempit dan bulu dada hitam.
- Jengger berbentuk willah bergerigi merah.
- Pial double, merah.
- Bunyi kokoknya "ku-ku-ru-yuk" seperti ayam jantan biasa.
- Tersebar di Jawa dan Madura
Sedangkan ayam hutan merah (Gallus-gallus) mempunyai kesamaan ciri dengan
Gallus-gallus bankiva, perbedaannya terdapat pada :
- Bobot ayam jantan dewasa 0,9 - 1,2 Kg dan betina
- 0,7 - 0,8 Kg
- Produksi telur 5 - 7 butir per musim
- Tersebar di Sumatera dan Sulawesi
Kedua spesies ayam ini merupakan nenek moyang ayam buras yang ada di
Indonesia, yang saat ini banyak dipelihara sebagai penghasil telur, daging dan hewan
kesayangan.
2. Ayam Hutan Hijau (Gallus-gallus)
Ayam ini tersebar disekitar Jawa, Bali, Kangean, dan Flores. Ciri-cirinya adalah
sebagai berikut:
Ayam Jantan
- Panjangnya kira-kira 70 cm
- Beratnya 0,7 - 1,5 Kg
- Bulu dada hitam berbaur hijau mengkilap dengan ujung ke kuning-kuningan
- Bulu ekor panjang melengkung, hitam
- Bulu leher kecil-kecil, merah kekuning-kuningan
- Jengger bulat rata
- Pial tunggal - Bunyi kokoknya ce-ki-krek
Ayam Betina
- Panjang kira-kira 40 cm
- Bulunya kuning pucat
- Beratnya 0;5 - 0,8 Kg
- Produksi telur 3 - 5 butir/ musim
Ayam hutan hijau dari Kangean, Bali dan Flores lebih langsing dibandingkan
dengan yang terdapat di Jawa. Suaranya melengking bagus dan banyak di pakai sebagai
induk pejantan dalam pembuatan ayam bekisar.
3. Ayam Kedu
Ayam ini merupakan ayam lokal yang berkembang di Kabupaten Magelang dan
Temanggung, eks Keresidenan Kedu, Jawa Tengah. Saat ini sudah banyak tersebar
keluar daerah tersebut.
Berdasarkan warnanya, ayam kedu dapat dibedakan, empat jenis, yakni :
- Ayam kedu hitam
- Ayam kedu cemani
- Ayam kedu cemani putih
- Ayam kedu cemani merah
Ayam kedu hitam mempunyai ciri-ciri
- Penampilan fisiknya hampir hitam semua kecuali kulit, pantat dan pial agak berwama
kemerahan.
- Bobot ayam jantan dewasa 2 - 2,5 kg dan betina 1,5 kg.
Ayam kedu cemani mempunyai ciri-ciri
- Ayam yang warnanya hitam mulus, termasuk paruh, kuku, telapak kaki, lidah, telak
(langit-langit mulut).
- Daging dan tulang juga hitam
- Sosok tubuhnya tinggi besar
- Bobot ayam jantan dewasa 3 - 3,5 kg dan betina 2 - 2,5 kg
Ayam kedu cemani putih mempunyai ciri-ciri
- Warna bulunya putih mulus
- Jengger dan kulit mukanya merah
- Kakinya putih atau kekuningan
- Jengger tegak berbentuk wilah
- Bobot ayam jantan dewasa 2,5 kg dan betina 1,2 - 1,5 kg
Ayam kedu cemani merah mempunyai ciri-ciri
- Warna bulunya hitam mulus
- Kulit muka dan jengger merah
- Kulit badan putih
- Sosok tubuh tinggi besar
- Bobot ayam jantan dewasa 3-3,5 kg dan betina 2-2,5 kg
- Produksi telur 40 butir per periode.
4. Ayam Nunukan
Adalah ayam lokal yang berkembang di pulau Tarakan, Kalimantan Timur dan
diduga berasal dari Cina.
Ciri -cirinya adalah
- Warna bulu merah cerah atau merah kekuningan
- Bulu sayap dan ekor tidak berkembang sempurna
- Paruh dan kaki berwarna kuning atau putih kekuningan
- Jengger dan pial merah cerah
- Anak berumur 45 hari cenderung berbulu kapas
- Berat badan ayam jantan dewasa 3,4 - 4,2 kg dan betina 1,6 - 1,9 kg
- Produksi telur 120 - 130 butir per tahun dengan bobot 40 - 60 gr/butir
5. Ayam Pelung
Adalah lokal yang berkembang di Kabupaten Cianjur dan Sukabumi Jawa Barat.
Ciri -cirinya adalah
- Sosok besar tegap dan kalau berdiri tegak, temboloknya tampak menonjol
- Kakinya panjang kuat dengan paha berdaging tebal
- Ayam jantan mempunyai wilah yang besar, tegak, bergerigi dan berwarna merah
cerah.
- Pada ayam betina tidak berkembang dengan baik.
- Warna bulu tidak memiliki pola warna yang khas, umumnya kuning campur merah,
hitam dan jalak (bintikbintik hitam)
- Ayam jantan mempunyai suara kokok yang khas, sehingga banyak dipe-lihara sebagai
unggas kesayangan.
- Ayam yang dinilai bagus mempunyai kokok dengan leher tegak agar suaranya tinggi
dan terdengar sampai jauh.
- Ayam jantan dewasa berbobot 3,5 - 5,5 kg dan betina 2,5 - 3,5 kg.
- Produksi telur 39 - 68 butir/tahun dengan bobot telur 40 - 50 gram/butir.
6 Ayam Sumatera
Adalah ayam lokal yang berkembang di Sumatera Barat
Ciri -cirinya adalah
- Perawakannya tegap, gagah tapi ukuran tubuhnya kecil
- Ayam jantan berkepala kecil, tetapi tengkoraknya lebar
- Paruh pendek, kukuh dan hitam
- Kuping kecil, hitam
- Jengger wilah merah
- Kulit muka merah atau hitam, ditumbuhi bulu halus yang jarang
- Bobot ayam jantan dewasa sekitar 2 kg dan betina 1,5 kg.
7. Ayam Balenggek
Berasal dari Kabupaten Solok Sumatera Barat
Ciri -cirinya adalah
- Sangat pandai berkokok dengan suara merdu yang iramanya bersusun-susun, panjang
sampai terdiri dari 6 hingga 14 suku kata
- Bentuk fisiknya dibedakan atas tiga macam yakni :
a. Yungkilok gadang, berpenampilan tegap, gagah dan cantik. Ayam jantan dewasa
berbobot 2 Kg dan betina 1,5 Kg dengan produksi telur 16 butir per musim.
b. Ratiah, ayam ini berpenampilan lebih kecil dan langsing. Ayam jantan dewasa 1,6
Kg dan betina 0,8 Kg dengan produksi telur 18 butir permusim.
c. Batu, ayam ini berpenampilan mirip ayam kate, karena berkaki pendek yakni 3 - 4
cm. Bobot ayam jantan dewasa 1,8 Kg dan betina 1 Kg dengan produksi telur 12
butir per musim.
8. Ayam Bekisar
Ayam bekisar merupakan keturunan pertama hasil persilangan antara induk jantan
dengan pejantan ayam hutan hijau Gallus varius dengan induk betina ayam kampung
Gallus Domestika dengan ciri-ciri sebagai berikut
- Ayam ini banyak dipelihara sebagai unggas kesayangan, karena penampilannya yang
elok dengan bunyi suara yang indah yaitu perpaduan yang harmonis antara ayam
hutan dengan ayam kampung biasa.
- Kualitas ayam bekisar mulai tampak pada umur 6 bulan.
- Ayam bekisar senang berkokok diatas kerekan
- Warna bulu didominasi oleh warna bulu induk betina, tetapi potur tubuh, sifat dan
suaranya sangat dipengaruhi oleh induk jantan.
Berdasarkan warna bulu dan keturunannya, ayam bekisar mempunyai beberapa
jenis antara lain :
a. Ayam bekisar putih, merupakan keturunan pertama (F 1) hasil persilangan antara induk
jantan ayam hutan hijau dengan dengan induk betina ayam ras petelur leghorn strain
Fly-line atau babcock dengan ciri-ciri:
- Warna bulu putih bersih
- Sosok badannya cantik dan ramping
- Jengger besar dan merah
- Kakinya agak keputihan
b. Ayam bekisar hitam, merupakan keturunan pertama (F1) hasil persilangan antara
induk jantan ayam hutan hijau dengan induk betina ayam cemani. Ayam bekisar hitam
ini mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:
- Seluruh tubuhnya hitam legam
- Seluruh bulunya hitam, termasuk bulu kecil yang baru tumbuh
- Kaki, jari dan mata berwarna hitam polos
c. Ayam bekisar multi warna, merupakan keturunan per tama (F1) hasil persilangan
antara induk jantan ayam hutan hijau dengan induk betina ayam kampung berbulu
merah, hitam, kuning, abu-abu atau coklat. Warna bulunya berwarna-warni dengan
bulu leher, bulu pelanan dan bulu hias merah menyala.
9. Ayam Katai/ Kate
Ayam kate perawakan kecil, berkaki pendek dan unik karena memiliki berbagai
kelebihan dibandingkan dengan ayam biasa, terutama dalam hal keindahan bulu, jengger,
penampilan fisik dan tingkah laku. Ada beberapa macam ayam kate, yaitu :
a. Ayam Kate lokal ; adalah ayam kate yang sudah lama dipelihara oleh penggemar di
Indonesia. Asal usulnya tidak ketahuan, tetapi penampilannya mirip ayam kate yang
terdapat di Jepang. Adapun ciri-ciri ayam kate lokal adalah:
- Warna bulunya putih mulus tapi ada jugs yang hitam
- mulus atau hitam kehijauan
- Jengger dan pialnya sangat mencolok, karena besar
- dan merah
- Jengger berbentuk wilah - Kaki pendek abu-abu - Kuku dan paruh putih
b. Kate Batindo adalah ayam kate yang mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:
- Warna bulunya putih berblirik-blirik hitam atau lurik
- Bulu leher dibagian belakang bersurai
- Jengger merah berbentuk mawar
B. Aneka Ayam Hias Import
1. Kate bangkok adalah ayam introduksi dari Thailand dengan ciri-ciri sebagai berikut:
- Bagian dada dan perut hitam, sedangkan bulu hias leher dan punggung merah
keemasan.
- Bulu ekor tidak ada sehingga kalau berjalan tampak genit
- Bobot ayam jantan 0,8 Kg dan betina 0,7 Kg
2. Kate emas adalah ayam kate yang berasal dari Jepang mempunyai ciri-ciri :
- Warna bulunya didominasi merah kekuningan
- Bulu pada pangkal leher, punggung dan sayap merah dengan sedikit hitam
pada dada, badan sebelah bawah dan pangkal sayap
- Jengger besar berbentuk wilah berwarna merah
- Bobot ayam jantan dewasa 1 Kg dan betina 0,8 Kg
3. Ayam Kate Chochin
Ayam kate yang berasal dari Vietnam dengan ciri -ciri :
- bulu hias pada pinggangnya menjurai sampai ke lutut
- Warnanya putih bergaris coklat kehitaman
- Bulu dada, sayap, badan sebelah bawah hitam
- Bulu ekor pokok yang hitam mengkilap melengkung keatas
- Jengger berbentuk mawar besar dan merah
- Bobot ayam jantan dewasa 1,2 Kg dan betina 0,8 Kg
4. Ayam Kate Kaki Pedang
Ayam kate yang berasal dari China dengan ciri-ciri:
- Tungkainya berbulu panjang mirip pedang
- Kalau berjalan tampak seperti bergoyang-goyang
- Bulu hias dan bulu kakinya baru tumbuh sempurna setelah ayam berumur 3
tahun
- Ayam umur 4 - 6 bulan. tungkai kakinya masih gundul
- Sifatnya jinak, rajin berkokok
5. Black Poland
Ayam ini adalah introduksi dari Eropa, kemungkinan berasal dari Polandia, dengan
ciri -ciri sebagai berikut :
- Ayam jantan atau betina berwarna hitam mulus
- Ayam jantan mempunyai Jengger seperti tanduk atau mirip hurup V dan
berwarna merah cerah
- Dibelakang jengger ada jambul atau bulu mahkota yang panjang, lebat dan kaku
berwarna putih
- Jengger ayam betina tidak tampak, karena kepalanya diliputi bulu mahkota
berbentuk kribo
- Pial ayam jantan berwarna merah dan tampak menggantung di dagu
- Badannya agak pendek dengan bahu dan dada agak menonjol kedepan
- Kaki agak kehitaman dan tidak berbulu sedangkan bulu ekor lebat seperti kipas
- Sifatnya lincah dan periang
- Bobot ayam jantan 1,2 Kg dan betina 0,9 Kg
Ayam yang mirip dengan black poland ini oleh penggemar yang ada di DKI Jakarta
disebut dengan ayam Wareng Rusia. Bedanya jengger ayam jantan berbentuk wilah,
besar, merah dan menutup sebagian muka.
6. Ayam Skyner
Ayam ini adalah introduksi dari Eropa dan kemungkinan berasal dari
Perancis dengan ciri-ciri sebagai berikut:
- Sosoknya tinggi dan ramping sehingga tampak lebih jangkung
- Besar tubuh dan panjang kaki tidak seimbang, sehingga kakinya tampak seperti
engrang dan kalau berjalan tampak lebih hati-hati seperti bu-rung bangau
- Warna bulu abu-abu, hitam atau putih dengan bulu sayap tidak begitu besar dan
bulu ekor mencuat keatas
- Jengger berbentuk wilah dan besar
- Warna jengger dan pial merah segar untuk yang jantan sedang yang betina
pucat
- Bobot ayan jantan dewasa 2 Kg dan betina 1 Kg dengan produksi telur 8 butir
semusim.
7. Ayam Kapas
Ayam yang mempunyai bulu seperti kapas. Dari kejauhan ayam ini tampat
besar, karena bulu-bulu kapasnya mengembang berdiri, kemungkinan ayam ini
berasal dari China. Ciri-ciri ayam kapas tersebut adalah
- Warna bulu putih dan merah keemasan - Jengger wilah atau mawar
- Dibelakang jengger terdapat jambul yang tumbuh mengarah kebelakang
- Bobot ayam jantan 0,8 Kg dan betina 0,6
- Produksi telur 14 butir permusim
- Daya tetas telur umumnya rendah
8. Ayam Cemara
Ciri -cirinya adalah sebagai berikut :
- Pertumbuhan bulunya tidak sempurna, karena tidak mempunyai bendera bulu
dan yang tumbuh hanyalah batang bulunya saja, terutama bulu besar pada
sayap dan ekor.
- Batang bulu tumbuh mencuat mirip duri landak atau lidi Kelainan itu tidak
berpengaruh pada kesehatan, karena ayam ini telah beradaptasi dengan
lingkungannya. Karena seluruh tubuhnya amat kaku, maka ayam ini wring
disebut ayam lidi, ayam sapu jagad, atau ayam rejegwesi atau ayam bulu
landak.
9. Ayam Bangkok
Adalah ayam yang di introduksi dari Bangkok, Thailand dan penyebarannya
telah meluas di seluruh Indonesia. Ayam jantan dipelihara terutama sebagai
petarung. Ayam yang sudah terlatih memiliki daya tahan dan mental yang tinggi.
Adapun ciri-cirinya adalah:
- Sifatnya ulet dan pantang menyerah kalau sedang bertarung
- Sosok badannya tinggi, ramping dan tegap
- Kepala berbentuk oval seperti buah pinang
- Mata terkesan sipit, agak tersembunyi
- Ayam jantan dewasa berbobot 3 - 4,5 Kg, betina 1,6-2Kg
- Bertelur 12 butir per musim
- Jantan dan betina pandai bertarung dengan teknik tinggi.
10. Ayam Batik
Ayam batik ini merupakan ayam yang diintroduksi dari Eropa yang dikenal
dengan nama Sebrict bantam di Inggris dengan ciri-ciri sebagai berikut:
- Warna bulunya berukir-ukir seperti batik dengan motif jimprang atau sisik ikan
yang jelas dan rapi
- Ayam yang warna dasarnya coklat kemerahan atau kekuningan oleh penggemar
di Indonesia disebut Batik Kanada dan yang warna dasar-nya putih keperakan
disebut batik Itali.
- Ayam jantan dewasa berbobot sekitar 600 gram, betina 500 gram
- Ayam betina cukup rajin bertelur, tapi kurang suka mengeram
11. Ayam Yokohama
Ayam Yokohama merupakan kekayaan dari negeri Sakura (Jepang).
Merupakan satwa asli khas Jepang yang dilindungi oleh Undang-undang. Ciri-ciri
ayam Yokohama adalah sebagai berikut :
Gambar 12 Ayam Batik Itali dan Batik Kanada
- Badannya ramping panjang•berbentuk kerucut
- Kepala kecil panjang dengan tulang tengkorak berbentuk datar
- Jengger wilah, kecil dan berwarna merah muda
- Tulang kening sedikit menonjol
- Leher tegak , panjang dengan bulu panjang yang menggantung bagus di bahu
- Kaki panjang kekuningan, berjari kuat dan berkuku besar
- Bulu pelana panjang, ekornya memiliki bulu sabit yang panjang sampai
menyentuh tanah
Mirip dengan ayam Yokohama adalah ayam Phonik yang juga berasal dari
Jepang. Ciri -cirinya adalah sebagai berikut:
- Bulu hiasnya kecil-kecil yang panjangnya sampai 1 meter
- Bulu ekor bisa mencapai 10 meter
- Pembawaanya tenang, tetapi agak sombong
- Bobot ayam dewasa 2 Kg, betina 1 Kg
III. PEMELIHARAAN AYAM HIAS
A. Tahap Pemeliharaan Anakan
- Sangkar atau induk buatan harus dijaga agar tetap bersih, sebaiknya sebelum
dipakai di semprot dengan obat suci hama
- Lantai indukan sebaiknya dialas dengan kertas koran agar kaki yang masih kecil
tidak terperosok kedalam celah-celah kawat
- Disisi kanan dan kiri sangkar sebaiknya dilapisi plastik yang bertujuan untuk
menghindari dari tiupan angin secara langsung
- Ditengah-tengah kotak/sangkar diberi lampu pemanas yang berkap dengan bola
lampu antara 40 <_ 60 watt
- Tempat pakan dan minum diletakkan menyilang dari lampu pemanas
- Letak sangkar/kandang anakan harus cukup jauh dari kandang induknya dan
dari lokasi rumah tinggal
- Usahakan letak sangkar/kotak selalu terkena sinar matahari pagi dan
menghadap ketimur atau kebarat Pakan diberikan dalam bentuk butiran pecah
misalnya menir dicampur makanan ayam broiler
- Pemberian vitamin dan pemacu pertumbuhan dapat dicampur dalam air
minumnya
- Air minum jangan diambilkan dari air PAM melainkan dari sumur yang telah
diendapkan selama semalam
- Secara bertahap setelah berumur 4 hari diberi vaksin ND strain F lewat tetes
mata, kemudian diulangi pada umur 4 minggu dengan tetes mulut
B. Tahap Pemeliharaan Ayam Dara
- Setelah anakan berumur lebih dari 3 bulan disebut dengan ayam dara dan harus
dipindahkan ke kandang yang lebih besar.
- Sebaiknya kandang disemprot dengan obat suci hama seminggu sebelum
dipakai dan usahakan agar kandang selalu terkena sinar matahari pagi.
- Disisi kiri dan kanan kandang diberi plastik tembus pandang untuk menahan
tiupan angin
- Pakan yang diberikan adalah campuran antara bekatul dengan konsentrat
dengan perbandingan 5 : 1 atau dapat juga diberikan makanan jadi dan
diberikan 4 kali sehari secara tepat waktu
- Usahakan agar sirkulasi udara hanya dari satu arah jangan sampai terjadi udara
berputar didalam kandang
- Vaksin ND strain K dapat diberikan lewat suntikan, dan perlu diulang setiap 4
bulan berikutnya
C. Tahap Pemeliharaan Calon Induk
- Sebaiknya antara pejantan dan betina tidak dicampur dalam satu kandang
- Pejantan yang baik ditempatkan dalam sangkar/ kandang khusus yang dapat
dipindah-pindah bila diperlukan.
- Sangkar yang akan dipindahkan sebaiknya disemprot dengan obat suci hama
sebelum dipergunakan. Pakan diberikan 2 kali sehari dan usahakan jumlah
pakan yang diberikan habis dalam sekali makan Pakan yang diberikan berupa
campuran antara bekatul dengan konsentrat dengan perbandingan 10 : 1.
- Pada tahap ini perlu diberikan makanan tambahan berupa sayuran dan
sejenisnya.
- Untuk mempertinggi vitalitas perlu diberikan makanan tambahan berupa kroto
basah, ulat hongkong jangkrik dan sejenisnya.
D. Tahap Perkawinan
- Pilih 4 sampai 6 ayam betina sehat yang telah berumur lebih dari 6 bulan.
- Gunakan pejantan yang lebih tua, paling tidak berumur lebih dari 12 bulan,
bukan dari keturunan yang sama dengan induk betina.
- Pejantan unggul harus mempunyai kemampuan seksual yang tinggi, sehat
lincah dan kokoh.
- Kemudian induk betina dan pejantan dicampur dalam satu kandang perkawinan
agar mau kawin secara alamiah.
- Setelah selesai tugasnya, pejantan dapat diambil kemudian dimasukkan ke
dalam sangkar/kandang soliter.
IV. PERKANDANGAN DAN KELENGKAPAN
Untuk menunjang keberhasilan dalam pemeliharaan ayam hias, masalah
perkandangan dan kelengkapannya memegang peranan yang sangat penting. Kandang
merupakan tempat tinggal ayam, sehingga harus dapat menimbulkan rasa nyaman dan
tentram bagi penghuninya.
A. Perkandangan
Ada beberapa syarat yang harus diperhatikan dalam membangun kandang yang
baik yaitu
1. Lokasi kandang
- Usahakan lokasi kandang dipilih tempat yang lebih tinggi sehingga pada musim
penghujan tidak kebanjiran.
- Lokasi kandang usahakan jauh dari keramaian dengan kata lain lokasi kandang
merupakan lokasi yang terisolir.
2. Ventilasi
- Kandang harus mempunyai ventilasi yang baik.
- Dengan ventilasi yang baik udara akan keluar masuk secara berkesinambungan
sehingga dalam kandang akan tercipta lingkungan yang segar dan sehat.
- Usahakan agar dalam kandang mendapat sinar matahari pagi yang berguna
sebagai sumber vitamin A dan membunuh kuman penyakit.
3. Lantai
Lantai untuk kandang ada 2 macam yaitu lantai liter dan lantai berlobang.
- Untuk lantai litter/beralas dipilih bahan yang tahan lama misalnya lantai semen
papan dan sebagainya.
- Untuk lantai berlobang/renggang alas lantai dapat dipilih dari bahan kayu bambu
kawat dan sebagainya.
Sebagai bahan litter untuk lantai beralas dapat dipakai campuran pasir 3 bagian
sekam 2 bagian kapur tohor 0,5 bagian yang berfungsi untuk membunuh hama penyakit
dan butiran arang 0,5 bagian yang berfungsi untuk mengisap racun. Selain bahan-bahan
tersebut dapat ditambahkan sedikit batu koral.
Di sekitar kandang sebaiknya ditanam pohon pelindung sehingga akan menambah
kesegaran udara dalam kandang dan sekaligus dapat menahan tiupan angin secara
Iangsung.
B. Perlengkapan Kandang
Salah satu syarat dalam memelihara ayam hias adalah mengetahui dan
memahami dengan benar alat beserta perlengkapan kandang.
1. Tempat air minum
- Tempat air minum harus mudah dibersihkan tidak berkarat tidak mudah terbalik
atau tumpah dan murah harganya.
- Dapat dibuat dari bahan bambu yang dibelah sepertiga bagian atau belahan
paralon tiga inci yang kedua belah sisinya ditutup dengan plastik tebal.
- Tempat minum yang jadi dapat dibeli di poultry shop.
2. Tempat pakan
Ada beberapa macam tempat pakan yang dapat dibuat sendiri:
- Dari bahan beberapa luas bambu yang dibelah kemudian dihilangkan ruas-ruas
dalamnya dan dihaluskan sisi-sisinya.
- Bisa juga dari papan yang dibuat berbentuk kotak dan diberi kaki pendek.
- Atau potongan paralon yang dibelah kemudian di beri kaki menyilang.
- Dapat juga dibeli di poultri shop dari bahan plastik atau dari seng yang sudah
jadi.
-
3. Tempat bertelur
Syarat utama untuk bertelur adalah dapat memberi rasa aman nyaman
tenang dan tentram.
- Rasa nyaman diusahakan dengan membuatkan tempat yang sesuai dengan
besar tubuhnya beralaskan bahan yang empuk misalnya potongan jerami,
merang, sekam atau dedak kasar.
- Suasana tenang dapat diperoleh dengan menjauhkannya dari suara gaduh dan
mengejutkan
4. Perlengkapan lain-lain
- Tempat bertengger
- Tempat kotoran
- Lampu penerangan
- Gudang perbekalan
- Tempat peralatan
V. PENYAKIT DAN PENCEGAHANNYA
Ada beberapa macam penyakit yang sering menyerang ayam hias, antara lain:
1. Salesma atau snot
Penyakit salesma/snot menyerang ayam bias pada musim hujan. Ayam yang
dipelihara di daerah yang banyak angin, atau tempat pemeliharaannya kurang
bersih dapat juga terjangkit penyakit ini. Adapun penyebabnya adalah bakteri
Haemophilus gallinarum. Penyakit ini menyerang ayam hias dari semua umur.
Gejalanya adalah :
- Dari lubang hidung keluar lendir encer, kemudian lendir tersebut menjadi kental.
- Ayam kelihatan lesu dan pernafasannya terganggu sehingga ayam sering
bersin.
- Hidung dan matanya kelihatan membengkak.
- Ayam kelihatan malas dan nafsu makannya menurun.
Pengobatannya
Ada beberapa jenis obat yang digunakan, yaitu:
a. Tetra Chlor
- Umur satu bulan, 1 x 1/2 tablet per hari.
- Umur dua bulan, 2 x 1 tablet per hari.
- Umur lebih dari dua bulan, 2 x 2 tablet per hari.
b. Coryvit Kapsul
- Umur satu bulan, 1/3 kapsul per hari.
- Umur lebih dari dua bulan, 1 kapsul per hari.
c. Anti Snot
- 3 kali 1 kapsul per hari.
2. Tetelo (New Castle Disease)
Penyakit ini sering menyerang ayam bias baik yang sudah dewasa atau yang
masih kecil. Penyebab penyakit ini adalah virus dan penularannya biasanya secara
hubungan langsung dengan ayam yang sakit atau juga melalui sangkar, tempat
makan atau tempat minum yang kurang bersih.
Gejala-gejalanya
- Pernafasan terganggu, megap-megap, bersin, batuk dan nafasnya ngorok.
- Badan lemah dan lesu.
- Nafsu makan hilang.
- Kotoran cair, berwarna hijau kekuning-kuningan, dan kadang-kadang bercampur
darah.
- Syarafnya terganggu, badan gemetar dan disertai kelumpuhan.
Pengobatannya
Sampai saat ini belum ada obatnya yang ampuh. Satu-satunya jalan yang
dapat diusahakan hanyalah pencegahan yaitu dengan memberikan vaksin secara
teratur antara lain :
a. Vaksin NCD inaktif
- Ayam umur 1 - 2 bulan diberi suntikan vaksin NCD 0,25 ml.
- Ayam umur 2 - 3 bulan diberi suntikan vaksin NCD 0,50 ml.
- Umur tiga bulan ke atas 1 - 2 ml.
b. Vaksin Hervac
- Umur 1 hari dapat diberikan vaksin Hervac sebanyak 1 tetes pada hidung
atau mata atau 2 tetes pada paruh.
c. Vaksin Lasovac
- Pemakaiannya melalui air minum, tetes mata, dipping dan spray.
- Vaksin ini diberikan untuk ayam yang berumur 1 bulan ke atas dengan
catatan sudah pernah memperoleh vaksin. hervac.
3. Cacingan
Ada dua jenis cacing yang menyerang ayam hias yaitu:
- Penyakit yang disebabkan oleh cacing pita
- Penyakit yang disebabkan oleh cacing bulat
Gejala-gajalanya adalah
- Ayam kelihatan lesu dan pialnya pucat
- Nafsu makan berkurang
- Beraknya mencret dan berlendir dan berwarna
- keputih-putihan seperti kapur
- Sayap menggantung dan warna bulunya kusam
- Pertumbuhan badannya terlambat
Pengobatannya
Dapat diberantas dengan memberikan obat antara lain adalah
a. Triworm (berupa tablet)
- Ayam umur 1 - 1,5 bulan diberikan 1/2 tablet perhari
- Ayam umur lebih dari 1,5 bulan diberikan 1 tablet perhari
b. Cacing Exitor (berupa kapsul)
- Ayam umur kurang dari dua bulan diberikan 1 kapsul perhari
- Ayam umur lebih dari dua bulan diberikan 2 kapsul perhari
- Obat diberikan sebelum makan
c. Vermizyn (berupa serbuk)
- Umur 1 bulan diberikan campuran 1 gram vermizyn dalam 100 ml air
untuk 3 ekor ayam
- Umur lebih dari 1 bulan dapat diberikan 2 gram vermizyn dalam 200 ml
air untuk 3 ekor ayam dewasa.
Obat ini sebaiknya diberikan pada pagi hari sebelum ayam diberi makan
atau pada sore hari, 4 - 6 jam kemudian kandang dibersihkan dari cacing.
Pengobatan ini dianjurkan supaya diulangi setiap bulan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar